Dosen STIE Pasundan Gelar Kegiatan Pengabdian Masyarakat Bertaraf Internasional, Dorong Digitalisasi dan Bisnis Halal UMKM di Bangkok

Di tengah dinamika ekonomi global yang semakin terhubung, kontribusi perguruan tinggi tidak lagi berhenti di ruang kelas. Hal ini tercermin dari kiprah dosen Program Studi D3 Akuntansi STIE Pasundan Bandung yang terlibat dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertaraf internasional di Bangkok. Kegiatan yang dilaksanakan pada 18 April 2026 ini berlokasi di sekitar Masjid Darul Muttakeen dan menyasar pelaku UMKM Muslim di lingkungan tersebut.
Program ini digagas sebagai upaya nyata untuk meningkatkan literasi keuangan pelaku usaha kecil melalui pendekatan akuntansi yang sederhana namun aplikatif. Tim pelaksana terdiri dari Bulan Tati Fitria, S.E., M.M., Dr. Nenny Rinawati, M.M., dan Dr. Windi Matsuko, M.M., yang secara langsung membimbing peserta dalam memahami pentingnya pengelolaan keuangan usaha yang tertib dan berkelanjutan.
Dalam suasana yang hangat dan komunikatif, para dosen menyampaikan materi mengenai dasar-dasar akuntansi UMKM, mulai dari pencatatan transaksi harian, pengelolaan arus kas, hingga penyusunan laporan keuangan sederhana. Tidak hanya itu, peserta juga dikenalkan pada pemanfaatan teknologi digital untuk mempermudah proses pencatatan keuangan, sehingga lebih efisien dan minim kesalahan.
Bulan Tati Fitria, S.E., M.M. dalam penyampaiannya menekankan bahwa banyak pelaku UMKM sebenarnya memiliki potensi berkembang, namun seringkali terkendala pada pengelolaan keuangan yang belum terstruktur. Ia mengajak peserta untuk mulai membangun kebiasaan mencatat setiap transaksi sebagai langkah awal menuju usaha yang lebih profesional.
Sementara itu, Dr. Nenny Rinawati, M.M. menyoroti pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam menjalankan usaha, terutama dalam membangun kepercayaan konsumen. Menurutnya, laporan keuangan yang jelas tidak hanya bermanfaat bagi pemilik usaha, tetapi juga menjadi dasar dalam menjalin kerja sama dengan pihak lain di masa depan.
Dr. Windi Matsuko, M.M. menambahkan bahwa penguatan kapasitas UMKM melalui literasi akuntansi dapat menjadi fondasi penting dalam menciptakan ekosistem ekonomi komunitas yang sehat. Ia melihat kawasan sekitar Masjid Darul Muttakeen memiliki potensi besar untuk berkembang, terutama jika didukung oleh pelaku usaha yang mampu mengelola keuangan secara baik dan terintegrasi.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Diskusi berjalan dua arah, dengan banyak pelaku UMKM yang aktif bertanya dan berbagi pengalaman terkait tantangan yang mereka hadapi dalam mengelola usaha. Pendekatan yang sederhana dan kontekstual membuat materi yang disampaikan lebih mudah dipahami dan langsung dapat diterapkan.
Melalui kegiatan ini, dosen D3 Akuntansi STIE Pasundan Bandung tidak hanya memperluas jejaring internasional, tetapi juga menghadirkan kontribusi nyata dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa ilmu akuntansi, ketika disampaikan dengan pendekatan yang tepat, mampu menjadi alat yang kuat untuk mendorong kemandirian dan keberlanjutan usaha kecil di berbagai belahan dunia.

Tinggalkan Balasan