Bangkok, Thailand – Komitmen perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan ekonomi berbasis masyarakat kembali ditunjukkan oleh dosen Prodi Manajemen S1 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Pasundan Bandung melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat berskala internasional. Kegiatan ini dilaksanakan pada 18 April 2026 di kawasan sekitar Masjid Darul Muttakeen, Bangkok, Thailand, dengan menyasar pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Muslim setempat.
Mengusung tema “Empowering SME’s through Digital Entrepreneurship and Halal Business Awareness”, program ini berfokus pada penguatan kapasitas kewirausahaan digital serta peningkatan kesadaran terhadap pentingnya bisnis halal di lingkungan komunitas Muslim. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis dalam mendorong UMKM agar mampu bersaing di era digital sekaligus memenuhi standar halal yang semakin menjadi perhatian global.
Program pengabdian ini dilaksanakan melalui kolaborasi akademik antara STIE Pasundan Bandung dengan mitra komunitas lokal di Thailand. Tim pelaksana terdiri dari Bulan Tati Fitria, S.E., M.M., Dr. Nenny Rinawati, M.M., serta Dr. Windi Matsuko, M.M., yang memiliki kepakaran di bidang manajemen, kewirausahaan, dan pengembangan bisnis.
Dalam kegiatan tersebut, para dosen memberikan pelatihan dan pendampingan kepada pelaku UMKM terkait strategi pemasaran digital, pemanfaatan platform e-commerce, branding produk, serta pengelolaan usaha berbasis teknologi. Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman mengenai konsep bisnis halal, termasuk pentingnya sertifikasi halal, kepercayaan konsumen, serta peluang pasar halal yang terus berkembang di tingkat internasional.
Bulan Tati Fitria menjelaskan bahwa digitalisasi menjadi kunci utama dalam meningkatkan daya saing UMKM, terutama di kawasan wisata seperti Bangkok yang memiliki potensi besar dalam menarik wisatawan Muslim. “Melalui digital entrepreneurship, pelaku UMKM dapat memperluas jangkauan pasar mereka, tidak hanya secara lokal tetapi juga global,” ujarnya.
Senada dengan itu, Dr. Nenny Rinawati menekankan pentingnya integrasi antara digitalisasi dan prinsip halal dalam menjalankan usaha. “Bisnis halal bukan hanya soal produk, tetapi juga mencakup proses, transparansi, dan kepercayaan. Ini menjadi nilai tambah yang sangat penting di pasar saat ini,” ungkapnya.
Sementara itu, Dr. Windi Matsuko menambahkan bahwa kawasan sekitar Masjid Darul Muttakeen memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata Muslim di Bangkok. Dengan dukungan UMKM yang kuat dan terintegrasi secara digital, kawasan ini diharapkan mampu menjadi pusat ekonomi berbasis komunitas yang berkelanjutan.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat, khususnya para pelaku UMKM yang merasa terbantu dengan adanya pelatihan dan wawasan baru yang diberikan. Mereka berharap program serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan guna meningkatkan kapasitas usaha mereka.
Melalui kegiatan pengabdian ini, STIE Pasundan Bandung tidak hanya memperluas jejaring internasional, tetapi juga turut berkontribusi dalam pemberdayaan ekonomi umat di tingkat global. Program ini diharapkan menjadi langkah awal dalam menciptakan ekosistem UMKM Muslim yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing tinggi di era digital.
